Peristiwa terjadi pada Rabu, 26 November 2025 pukul 02.18 WIB di Kos Lingga, Gang Makam, Jalan Gunung Sumbing, Kelurahan Bancarkembar. Motor milik mahasiswa asal Jakarta, Bimantoro Arroofi (20), hilang dicuri oleh sekelompok pelaku yang memanfaatkan kondisi sepi di lingkungan kos pada dini hari.
Polresta Banyumas melalui Kasat Reskrim, Kompol Andriyansyah Rithas Hasibuan, menyampaikan bahwa proses penyelidikan dimulai begitu laporan resmi diterima pada 28 November 2025. “Tim langsung mengolah TKP, memeriksa rekaman CCTV yang viral, dan mengantongi identitas para pelaku dalam waktu singkat,” ujarnya.
Setelah identifikasi pelaku dilakukan, polisi langsung melakukan pengejaran. Pada Jumat (28/11/2025) pukul 02.00 WIB, lima orang berhasil diamankan di titik berbeda. Mereka adalah VDP alias Toplek (21), RNS alias Cedot (18), RAM (15), PKH (14), dan NFE (14), di mana tiga di antaranya masih berstatus anak di bawah umur.
Kompol Andriyansyah menjelaskan bahwa kelompok ini beroperasi pada jam rawan dengan memanfaatkan kondisi kos yang minim aktivitas. Penanganan hukum untuk pelaku anak akan dialihkan ke Unit PPA sesuai ketentuan yang berlaku.
Kekhawatiran Warga Kos
Seorang penghuni kos, Nanda, menceritakan situasi malam itu yang tenang, sehingga tidak ada yang menyangka bahwa motor teman mereka dicuri. “Kami sempat mendengar suara motor, tapi tidak menyangka itu motor milik teman kami dibawa kabur,” katanya.
Kejadian ini menjadi peringatan bagi penghuni kos di Purwokerto untuk lebih meningkatkan kewaspadaan, terutama pada jam-jam dini hari.
Dalam operasi penangkapan, polisi berhasil menyita sejumlah barang bukti, termasuk satu STNK Honda Vario milik korban, satu kunci kontak, satu unit Honda Beat 2025 yang digunakan pelaku saat beraksi, dokumen STNK lengkap kendaraan pelaku, serta satu unit Honda Vario hasil curian yang berhasil diamankan kembali.
Kasat Reskrim berharap pengungkapan kasus yang cepat ini dapat meredakan kekhawatiran masyarakat dan memberi efek jera bagi pelaku kejahatan serupa. “Semoga pengungkapan cepat ini dapat memberi rasa aman bagi masyarakat,” tuturnya.
Kasus ini juga menyoroti pentingnya sistem keamanan di rumah kos, terutama penggunaan CCTV, serta kesadaran warga untuk segera melaporkan kejadian mencurigakan agar respons polisi bisa lebih cepat.***