TRIBUN-MEDAN. com, LUBUKPAKAM - Kelompok geng motor kembali berulah dan semakin mengganas di wilayah hukum Polresta Deli Serdang.
Terakhir mereka mengganas di wilayah Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) kawasan Pasar 10 Desa Wonosari Kecamatan Tanjung Morawa, (9/1/2026) subuh.
Selain merusak mobil Toyota Rush kelompok geng motor yang belum diketahui identitasnya itu juga merusak steling jualan salah satu rumah makan hingga rumah warga.
Aksi brutal kelompok geng motor ini juga sempat terekam video handphone warga dan viral di media sosial.
Tampak dalam video berdurasi 1 menit 10 detik kelompok geng motor berulah dengan membawa beragam senjata tajam. Ukurannya pun panjang-panjang termasuk jenis celurit.
Salah satu anggota geng motor tersebut juga sempat mengejar dan mau membacok warga yang merekam video.
Beruntung sempat ditarik masuk ke dalam rumah oleh keluarganya sehingga tidak terjadi hal-hal buruk. Dari wawancara Tribun Medan dengan warga saat ini mereka masih takut dengan kejadian ini.
"Sudah sering kali mereka ngumpul di sini. Kalau dulu setiap malam minggu saja tapi sekarang sudah nggak lagi. Kejadian terakhir itu Jumat subuh karena nggak lama adzan di masjid," ujar Azhar salah satu warga.
Azhar mengaku awalnya mereka masih tertidur di kamar. Setelah itu mereka baru terbangun setelah ada kaca-kaca yang pecah. Selain kaca mobil warga, steling dan jendela rumah juga ikut dihancuri. Disebut jumlah kelompok geng motor saat itu lebih dari 100 orang.
"Ramai kali mereka, kami takutlah karena senjaratanya panjang-panjang. Aku sempat marah juga sama mereka kenapa steling orang jualan pun dihancurin. Ada yang minta-minta maaf tapi ada juga yang marah malah mau ngejar bacok. Kami nggak ngerti apa masalahnya sama kami," kata Azhari.
Dari cerita warga lain kalau kelompok geng motor ini sempat terlibat cekcok dengan kelompok lain di tanah kosong yang ada di pinggir Jalinsum. Saat itu mereka saling mau menyerang. Setelah kejadian ini pihak kepolisian pun disebut warga baru turun ke lokasi.
Kapolsek Tanjung Morawa, AKP Jonni H Damanik mengungkap sejauh ini belum ada warga yang buat laporan ke polisi. Meski demikian diakui pihaknya sudah mendatangi lokasi. Sejauh ini disebut pihak kepolisian terus melakukan kegiatan patroli setiap malam.
"Ia kita sudah tau dan kejadiannya itu jugakan sudah 6 hari lalu. Kegiatan kita preemtif dan preventif sudah kita maksimalkan. Malam dan subuh patroli kita, tiap malam sudah main kita. Sama tokoh masyarakat juga pesan Kamtibmas kita sampaikan," ujar Jonni.
Diakui untuk upaya penanganan kelompok geng motor ini polisi tidak bisa sendiri. Karena itu orangtua, tokoh agama dan tokoh masyarakat juga diminta untuk ikut berperan. Kepada guru-guru yang ada di sekolah juga telah mereka sampaikan pesan-pesan Kamtibmas.
"Hari Senin kita sampaikan ke sekolah-sekolah. Gak ada laporan terkait kasus ini. Kalau ada laporan bisa kami selidiki siapa-siapa saja itu," katanya.
Dibawah kepemimpinan Kapolresta Deli Serdang, Kombes Pol Hendria Lesmana saat ini belum tampak gebrakan Polresta Deli Serdang untuk memberantas geng motor.
Jumlah mereka pun kini semakin bertambah dan sering melakukan tindakan kriminal. Selain masalah geng motor warga juga saat ini resah dengan keberadaan begal pada malam hari. Kejahatan di malam hari yang sering terjadi membuat warga takut untuk keluar malam.
(dra/)
Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News
Ikuti juga informasi lainnya di Facebook, Instagram dan Twitter dan WA Channel
Berita viral lainnya di Tribun Medan