Ringkasan Berita:
- Bocah 9 tahun anak politisi PKS Cilegon dibunuh perampok berinisial HA, orang asing bagi keluarga.
- HA diamankan saat hendak merampok rumah lain, lalu mengaku sebagai pelaku pembunuhan.
- Korban mengalami 22 luka, namun pelaku panik sehingga tidak ada barang berharga yang hilang.
Akhirnya terbongkar identitas pelaku pembunuhan anak politisi PKS Cilegon Maman Suherman, Muhammad Axle Herman Miller.
Ternyata bocah 9 tahun itu dibunuh oleh orang yang tak dikenal oleh sang ayah atau keluarganya.
Pembunuh bocah yang karib disapa Axle itu adalah seorang perampok berinisial HA.
HA berhasil ditangkap pihak kepolisian pada Jumat (2/1/2026) atau setelah dua minggu lebih pembunuhan sadis terhadap Axle terjadi.
Diwartakan sebelumnya, Axle ditemukan bersimbah darah di rumahnya di Perumahan BBS 3, Ciwaduk, Cilegon, Banten pada Selasa (16/12/2025).
Sempat dibawa ke dokter oleh orangtuanya, nahas nyawa Axle tak bisa diselamatkan.
Pelaku ditangkap
Usai Axle dinyatakan meninggal dunia, penyidik kepolisian pun mengusut kasus pembunuhan sadis tersebut.
Hingga pada Jumat (2/1/2026) terduga pembunuh Axle akhirnya ditangkap.
Dia adalah pria berinisial HA.
Ternyata awalnya penangkapan HA dilakukan tanpa sengaja.
HA diringkus kepolisian lantaran kepergok oleh warga sedang berusaha merampok di rumah mewah seorang politisi.
Tak berhasil mencuri, HA pun diamankan petugas kepolisian.
Setelah ditangkap, HA mengurai pengakuan mengejutkan ke penyidik.
Bahwa dialah pelaku pembunuhan anak politisi PKS yang beberapa minggu lalu viral.
"Ketika anggota kami melakukan penangkapan, setelah 45 menit diamankan di TKP, datang dari Resmob Polda dan Polres. Dalam pengembangan dan interogasi, pelaku mengakui bahwa dia juga yang melakukan pembunuhan terhadap anak politisi PKS," ungkap Kapolsek Cilegon Kompol Firman Hamid dilansir dari Kompas TV, Minggu (4/1/2026).
Usai HA mengurai pengakuan mengejutkan soal membunuh Axle, polisi pun segera melakukan penyelidikan.
Dari sanalah penyidik berhasil mengamankan barang bukti dari pelaku.
Barang bukti tersebut adalah berkaitan dengan alat yang ia pakai untuk masuk ke rumah politisi PKS sebelum membunuh Axle.
"Sudah ada beberapa barang bukti yang kami amankan, setelah dicek memang ada bersesuaian, terutama kepada kunci pas yang dibentuk sebagai obeng, untuk mencongkel jendela, masuknya lewat jendela belakang rumah politisi PKS," kata Kompol Firman Hamid.
Identitas pelaku
Lebih lanjut, Kompol Firman mengurai sosok pelaku pembunuhan Axle.
Rupanya pelaku bukanlah orang asli Banten.
HA merupakan perantau yang sudah tinggal di wilayah Cilegon.
Untuk menyambung hidup, HA nekat merampok dari rumah ke rumah.
"Pelaku ini bukan asli orang Banten, asli orang pulau Sumatera hanya dia tinggal di Cilegon, tepatnya di komplek Rakata," ucap Kompol Firman.
Diungkap Kompol Firman, penyidik pun sempat bertanya ke pelaku soal pekerjaannya.
Pertanyaan itu berkaitan dengan isu yang berkembang bahwa pembunuh Axle adalah mantan pekerja Maman.
Rupanya diakui pelaku, ia tidak pernah bekerja dengan orangtua korban.
"Hasil interogasi kita, dia (pelaku) belum pernah bekerja di situ. Saya lihat dari pelaku ini, memang sasarannya kepada rumah yang mewah," ujar Kompol Firman.
Tak ada barang yang hilang
Sebelumnya, Kasat Reskrim Polres Cilegon AKP Yoga Tama sempat mengurai sederet fakta terkait kasus tersebut.
Dari hasil penyelidikan di TKP, ternyata di rumah mewah nan megah itu darah korban sudah tercecer.
"Kita menemukan beberapa bercak darah di lokasi. Rumah dua tingkat. Jadi darah itu sudah menyebar ke mana-mana," kata AKP Yoga Tama.
Dari hasil pemeriksaan, Axle mendapatkan 22 luka dengan kondisi yang mengenaskan.
"(Ada) 19 luka tusukan atau kekerasan benda tajam dan tiga luka memar dari kekerasan benda tumpul," ujarnya.
Temuan kedua di TKP adalah tidak adanya barang yang hilang.
Hal itu seolah menandakan bahwa terduga pelaku pembunuhan tidak mengincar harta orangtua korban yang tampak kaya raya.
Fakta tersebut diungkap Kasi Humas Polres Cilegon AKP Sigit Dermawan.
“Untuk barang-barang berharga, sampai saat ini belum ditemukan adanya barang yang hilang," ujar AKP Sigit Dermawan dikutip dari Kompas.com.
Bahkan diungkap Kompol Firman Hamid, barang berharga seperti ponsel milik korban tidak ada yang hilang sama sekali di TKP.
"Tidak ada barang yang hilang. Handphone ada lima di atas, tidak ada yang diapa-apakan," ungkap Kompol Firman Hamid.
Terkait dengan tidak adanya barang yang hilang di TKP, Firman Hamid mengurai fakta baru.
Setelah pelaku ditangkap, terkuak alasannya tidak mengambil barang di TKP.
Hal itu diduga karena pelaku panik orangtua korban keburu datang usai kejadian pembunuhan.
"Kalau saya analisa dari TKP awal di rumahnya politisi PKS, sebenarnya niat mereka ini ada niatan mengambil barang, tapi mungkin keburu ketahuan, tidak sempat mengambil barang tersebut," imbuh Kompol Firman.
Baca berita lain di Google News