-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Motor listrik jadi andalan ojol, ini list harga dan keunggulannya

Rabu, 14 Januari 2026 | Januari 14, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-01-16T01:20:38Z

, JAKARTA – Motor listrik kian dilirik pengemudi ojek online ( ojol ) karena dinilai mampu menekan biaya operasional harian. Motor listrik menawarkan efisiensi yang berpotensi meningkatkan pendapatan bersih ojol, terutama untuk aktivitas mobilitas dalam kota dengan jarak tempuh menengah.

Bagi pengemudi ojol, keputusan beralih ke motor listrik bukan hanya soal tren, tetapi strategi jangka panjang untuk menjaga keberlanjutan penghasilan. Meski masih memiliki sejumlah kekurangan, manfaat yang ditawarkan motor listrik dinilai cukup signifikan, terutama dalam menekan biaya harian.

Salah satu pertimbangan utama adalah harga motor listrik itu sendiri. Secara umum, harga awal motor listrik memang relatif lebih tinggi dibandingkan motor konvensional berbahan bakar bensin. Inilah yang kerap menjadi penghambat utama adopsi di kalangan pekerja sektor informal seperti ojol.

Namun, biaya awal tersebut dapat terkompensasi oleh pengeluaran operasional yang jauh lebih rendah. Pengemudi tidak lagi dibebani biaya bahan bakar harian, melainkan hanya biaya pengisian daya listrik atau penukaran baterai. Dalam jangka menengah hingga panjang, efisiensi ini berpotensi meningkatkan pendapatan bersih ojol secara signifikan.

Kelebihan Motor Listrik

  • Motor listrik memiliki sejumlah kelebihan yang relevan dengan kebutuhan pengemudi ojek online, diantaranya adalah:
  • Motor listrik ramah lingkungan karena tidak menghasilkan emisi gas buang. Hal ini sejalan dengan upaya pengurangan polusi udara di kota-kota besar.
  • Motor listrik dikenal hemat biaya operasional. Biaya listrik per kilometer jauh lebih murah dibandingkan bensin.
  • Perawatan motor listrik relatif lebih mudah karena jumlah komponen bergeraknya lebih sedikit, sehingga risiko kerusakan mesin juga lebih rendah.
  • Performa motor listrik cenderung responsif dan halus. Ini menjadi keuntungan tersendiri bagi ojol yang sering berhenti dan melaju kembali di kondisi lalu lintas padat.
  • Berkendara juga terasa lebih nyaman karena getaran dan suara mesin yang minim.
  • Kelebihan lain yang tidak kalah penting adalah pajak kendaraan yang lebih ringan.

Kombinasi hemat energi, minim perawatan, dan insentif pajak membuat motor listrik semakin menarik bagi pengemudi ojol yang mengandalkan kendaraan sebagai alat utama mencari nafkah.

Kekurangan yang Masih Jadi Tantangan

Meski memiliki banyak keunggulan, motor listrik juga tidak lepas dari kekurangan, diantaranya adalah:

  • Harga awal yang relatif tinggi
  • Keterbatasan infrastruktur pengisian daya masih menjadi kendala utama.
  • Tempat pengisian atau penukaran baterai belum merata, khususnya di luar wilayah perkotaan besar.
  • Jarak tempuh dan waktu pengisian juga menjadi perhatian. Pengemudi ojol harus mengatur waktu kerja dengan kapasitas baterai yang tersedia.
  • Bengkel dan ketersediaan suku cadang motor listrik masih terbatas dibandingkan motor konvensional.
  • Daya angkut yang terbatas serta sensitivitas motor listrik terhadap air juga menjadi catatan tersendiri, terutama saat digunakan dalam kondisi hujan atau banjir.

Strategi Yamaha dan Peluang bagi Ojol

PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) melihat potensi besar motor listrik di sektor ride hailing. Meski belum memasarkan motor listrik ke konsumen umum, Yamaha menyiapkan skema bisnis penyewaan motor listrik Yamaha Neos untuk pengemudi ojol melalui kerja sama dengan Grab.

Menurut Public Relations Manager YIMM, Rifki Maulana, skema sewa ini menjadi solusi untuk mengatasi kendala harga awal yang tinggi. Program tersebut masih terbatas di wilayah Jabodetabek dan didukung dengan infrastruktur penukaran baterai di sejumlah dealer resmi Yamaha. Skema sewa ini berlaku sekitar tiga bulan dan dapat diperpanjang.

Langkah ini menunjukkan bahwa pabrikan mulai fokus membangun ekosistem kendaraan listrik yang lebih ramah bagi pengemudi ojol.

List Harga Motor Listrik Yamaha dan Honda Terbaru

  • Yamaha E01 – Harga sekitar Rp 30–40 juta. Dibekali baterai 4,9 kWh dengan jarak tempuh hingga 104 km dan kecepatan maksimum 100 km/jam. Model ini masih berstatus prototipe dan belum dijual massal di Indonesia.
  • Yamaha E02 – Harga sekitar Rp 56 juta. Mengusung performa cukup tinggi dengan kecepatan maksimal 90 km/jam dan tenaga hingga 15 hp. Saat ini dipasarkan terbatas di Eropa dan China.
  • Yamaha EMF – Diperkirakan dibanderol Rp 51 juta. Motor ini menawarkan tenaga 10,3 PS dan torsi 26 Nm dengan jarak tempuh sekitar 50 km. Sudah diluncurkan di Taiwan, namun belum tersedia di Indonesia.
  • Yamaha EC-05 – Harga sekitar Rp 45,7 juta. Hasil kolaborasi Yamaha dan Gogoro dengan desain futuristik serta jarak tempuh hingga 110 km. Saat ini dijual di China.
  • Yamaha e-Vino – Harga sekitar Rp 35–45 juta. Skuter listrik ringan dengan kecepatan maksimum 44 km/jam dan jarak tempuh 33 km. Dipasarkan di Jepang.
  • Yamaha Neos – Harga mulai Rp 32,8 juta. Skuter listrik modern dengan jarak tempuh sekitar 37 km, saat ini tersedia di Vietnam dan Eropa
  • Honda PCX Electric – Harga diperkirakan ± Rp 150 juta. Skutik listrik premium dengan motor 4,2 kW dan jarak tempuh hingga 41 km. Model ini tidak jadi dipasarkan di Indonesia karena harga yang sangat tinggi.
  • Honda U-GO – Harga sekitar Rp 16 juta. Skuter listrik kompak dengan kecepatan maksimum 65 km/jam dan jarak tempuh hingga 95 km. Saat ini dipasarkan di China dan dikabarkan akan masuk Indonesia.
  • Honda V-Go – Harga sekitar Rp 16 juta. Motor listrik dengan baterai lithium berdaya 2.000 watt, kecepatan maksimal 55 km/jam, dan fokus pada efisiensi untuk penggunaan harian.
  • Honda e-SCR & e-POP – Harga mulai Rp 8,5–8,9 juta. Skuter listrik dari Wuyang Honda dengan desain sporty dan klasik modern, jarak tempuh hingga 70 km. Tersedia di China.
  • Honda U-Be Cross – Harga sekitar Rp 11 juta. Motor listrik berdesain ringkas dan tangguh dengan jarak tempuh hingga 85 km, khusus pasar China.
  • Honda U-Be – Harga sekitar Rp 7 juta. Motor listrik satu jok dengan kecepatan maksimum 25 km/jam, ditujukan untuk mobilitas jarak dekat.
  • Honda M8 – Harga sekitar Rp 9 juta. Motor listrik entry-level dengan jarak tempuh hingga 60 km dan kecepatan maksimum 25 km/jam.
  • Honda CR Electric – Harga belum diumumkan. Motor listrik bergaya off-road mirip CRF, masih berstatus konsep dan belum ada jadwal rilis resmi.
  • Honda Benly e: – Harga sekitar Rp 76–80 juta. Motor listrik niaga dengan beberapa varian, jarak tempuh hingga 87 km, dipasarkan di Jepang, China, dan Thailand.
  • Honda EM1 e: – Harga Rp 40–40,5 juta. Motor listrik Honda yang sudah dijual resmi di Indonesia, menggunakan baterai lithium-ion dengan waktu pengisian sekitar 6 jam.

Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) memproyeksikan pasar sepeda motor domestik pada 2026 berada di kisaran 6,4 juta hingga 6,7 juta unit. Meski masih di bawah 1 persen, kontribusi motor listrik dinilai memiliki peluang tumbuh seiring dukungan pembiayaan, insentif, dan kebutuhan masyarakat akan kendaraan hemat biaya.

Bagi pengemudi ojol, motor listrik bukan sekadar alat transportasi, melainkan investasi untuk efisiensi dan keberlanjutan pendapatan di tengah tantangan ekonomi yang terus berkembang.

×
Berita Terbaru Update