– Apakah Anda sering mendengar istilah lingkaran hitam dan kantung mata digunakan secara bergantian?
Banyak orang mengira keduanya sama, padahal sebenarnya berbeda. Memahami perbedaan keduanya penting supaya Anda bisa memilih perawatan yang tepat.
Lingkaran hitam biasanya muncul sebagai warna gelap di area bawah mata. Sementara itu, kantung mata lebih terlihat sebagai pembengkakan atau tonjolan kecil di bawah mata yang membuat wajah tampak lelah.
Perbedaan ini seringkali membingungkan, sehingga banyak orang salah dalam mengatasinya.
Apa Itu Lingkaran Hitam?
Dilansir dari laman drsabrina.com, lingkaran hitam adalah perubahan warna kulit di bawah mata yang umumnya disebabkan oleh pigmentasi berlebih, kulit tipis, atau pembuluh darah yang terlihat.
Faktor seperti keturunan, penuaan, alergi, hingga kurang tidur juga bisa memicu kondisi ini.
Tidak seperti kantung mata, lingkaran hitam tidak menimbulkan bengkak, tetapi tetap membuat area mata tampak gelap dan lelah.
Apa Itu Kantung Mata?
Kantung mata adalah pembengkakan di area bawah mata yang biasanya disebabkan penumpukan cairan.
Kondisi ini umum terjadi karena penuaan, melemahnya otot, atau masalah seputar mata. Terkadang, kantung mata juga hadir bersamaan dengan lingkaran hitam sehingga membuat wajah terlihat lelah.
Perbedaan Kantung Mata dan Lingkaran Hitam
Menurut laman Depology, lingkaran hitam ditandai dengan kulit yang menggelap di bawah mata, biasanya dipicu kurang tidur, kelelahan, atau kulit pucat.
Sementara itu, kantung mata terlihat sebagai pembengkakan di sekitar mata yang bisa disebabkan oleh alergi, peradangan, maupun faktor lainnya.
Meski umum terjadi, keduanya sering membuat orang merasa kurang percaya diri. Untungnya, saat ini tersedia berbagai perawatan untuk membantu mengurangi lingkaran hitam dan kantung mata.
Karena area bawah mata sangat sensitif dan cepat menunjukkan tanda penuaan, penting untuk merawat serta menjaga kelembapannya sejak dini.
Penyebab Lingkaran Hitam dan Kantung Mata
Lingkaran hitam dapat timbul karena beberapa faktor, mulai dari genetik yang membuat kulit lebih tipis atau rentan pigmentasi, hingga kurang tidur yang memperparah warna gelap di bawah mata.
Seiring bertambahnya usia, hilangnya kolagen dan menipisnya kulit juga membuat pembuluh darah semakin jelas terlihat, sehingga area bawah mata tampak lebih gelap.
Berbeda dengan itu, kantung mata biasanya dipicu oleh penumpukan cairan akibat konsumsi garam berlebih atau perubahan hormon.
Penuaan turut berperan karena melemahnya otot dan jaringan di sekitar mata membuat area bawah mata tampak bengkak.
Selain itu, alergi dapat memicu peradangan yang memperburuk pembengkakan di area tersebut.
Cara Mengatasi Lingkaran Hitam dan Kantung Mata
Ada berbagai cara untuk mengurangi lingkaran hitam maupun kantung mata, mulai dari perubahan gaya hidup hingga perawatan medis.
Pola hidup sehat seperti tidur cukup, menjaga hidrasi tubuh, serta melindungi kulit dari paparan sinar UV dapat membantu mencegah munculnya masalah di area bawah mata.
Beberapa perawatan rumahan juga cukup efektif, misalnya menggunakan kompres dingin untuk mengurangi bengkak, kantung teh yang kaya kafein untuk menyamarkan lingkaran hitam, atau irisan mentimun yang memberi efek menenangkan sekaligus melembapkan.
Selain itu, produk perawatan topikal dengan kandungan seperti retinol , asam hialuronat , dan vitamin C dapat membantu mencerahkan kulit sekaligus menjaga elastisitas.
Untuk kasus yang lebih parah, tersedia pilihan medis seperti filler untuk mengisi area cekung, terapi laser untuk mengurangi pigmentasi, hingga prosedur operasi blepharoplasty untuk mengatasi kantung mata yang membesar.
Lingkaran hitam dan kantung mata memang umum terjadi, tetapi bukan berarti tidak bisa diatasi.
Dengan perubahan gaya hidup sehat, perawatan sederhana di rumah, hingga pilihan medis yang lebih lanjut, area bawah mata dapat kembali terlihat segar.
Kunci utamanya adalah konsisten merawat kulit, terutama bagian sensitif di sekitar mata, agar tetap sehat dan terjaga seiring bertambahnya usia.