-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Dua Siswi MAN IC Pekalongan Ciptakan HydroGO Pintar

Senin, 20 Oktober 2025 | Oktober 20, 2025 WIB | 0 Views Last Updated 2025-10-28T11:20:06Z

KILAS ACEH - Dua siswi MAN Insan Cendekia (IC) Pekalongan, Ulviana Dianti Zahra dan Lunadhia Ajjasefti Arumi, berhasil menciptakan inovasi teknologi yang dinilai mampu mengubah wajah pertanian masa depan. Melalui karya berjudul HydroGO, keduanya memperkenalkan sistem perawatan dan monitoring otomatis untuk tanaman hidroponik berbasis Internet of Things (IoT) yang mendukung konsep Smart Farming 5.0.

Inovasi ini berawal dari keprihatinan terhadap berkurangnya lahan pertanian di wilayah perkotaan akibat pesatnya pembangunan. Banyak masyarakat beralih ke sistem hidroponik, namun perawatan tanaman masih kerap menjadi kendala karena membutuhkan pengawasan rutin. Dari permasalahan tersebut, lahirlah HydroGO sebagai solusi cerdas yang memadukan teknologi sensor dan sistem otomatisasi.

“HydroGO kami rancang agar petani bisa memantau kondisi pH air, suhu, dan nutrisi tanaman dari mana saja lewat website yang terhubung langsung dengan alat,” ujar Ulviana, salah satu inovator muda tersebut di MAN IC Pekalongan, Minggu, 19 Oktober 2025.

Menurutnya, alat ini juga mampu menyesuaikan kadar nutrisi dan pH secara otomatis sesuai kebutuhan tanaman.

Dari hasil uji lapangan, HydroGO terbukti mampu meningkatkan kualitas serta produktivitas tanaman, sekaligus menekan risiko kerusakan dari 10 persen menjadi hanya 5 persen. Secara ekonomi, pendapatan petani yang menggunakan alat ini meningkat hingga 24,69 persen dibandingkan metode konvensional.

Tak hanya efisien, HydroGO juga dinilai ramah lingkungan karena menghemat penggunaan air dan nutrisi. Inovasi ini sejalan dengan tema Kewirausahaan Hijau: Solusi Lokal untuk Masa Depan Berkelanjutan yang diusung Festival Inovasi dan Kewirausahaan Siswa Indonesia (FIKSI) 2025.

Menurut guru pembimbing MAN IC Pekalongan, karya tersebut menjadi bukti nyata bahwa siswa madrasah juga mampu berkontribusi dalam transformasi digital sektor pertanian.

“HydroGO bukan sekadar alat, tapi representasi generasi muda yang berpikir ilmiah dan peduli terhadap keberlanjutan lingkungan,” ujarnya.

Ke depan, tim HydroGO berencana mengembangkan fitur baru berupa aplikasi mobile agar monitoring tanaman bisa dilakukan melalui gawai. Mereka juga tengah menjajaki kerja sama dengan komunitas petani hidroponik dan Dinas Pertanian setempat untuk memperluas penerapan teknologi ini.***

×
Berita Terbaru Update