PIKIRAN RAKYAT BENGKULU - Di tengah gejolak nilai tukar global dan tren safe haven yang kian menguat, harga emas batangan 24 karat di pasar domestik Indonesia kembali menunjukkan daya tahannya.
Pegadaian merilis update resmi Minggu, 19 Oktober 2025 , menunjukkan bahwa logam mulia kategori 1 kilogram (1.000 gram) masih menjadi instrumen favorit bagi investor institusional dan high-net individual.
Menurut data resmi dari situs Sahabat Pegadaian , harga emas batangan 1 kg Antam kini menembus Rp 2.605.460.000 , sementara UBS bertengger di Rp 2.513.000.000 , dan Galeri24 di level Rp 2.429.547.000 .
Selisih harga atau spread antar vendor kini mencapai sekitar Rp 175,9 juta per kilogram, memperlihatkan celah investasi yang dapat dimanfaatkan oleh investor besar untuk strategi arbitrage jangka pendek.
Perbandingan Harga Emas Batangan 1 Kg — Pegadaian (19 Oktober 2025)
| Vendor | Harga (Rp) | Selisih dari Terendah | Persentase Selisih |
|---|---|---|---|
| Antam | 2.605.460.000 | +175.913.000 | +6,76% |
| UBS | 2.513.000.000 | +83.453.000 | +3,43% |
| Galeri24 | 2.429.547.000 | — | — |
Sumber: Sahabat Pegadaian (Update 19 Oktober 2025, 08.30 WIB) Analisis YoY (Year-on-Year)
Bila dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu (Oktober 2024) , harga emas 24 karat 1 kg mengalami kenaikan signifikan rata-rata +24,8% YoY .
Tahun lalu, emas Antam 1 kg masih diperdagangkan di kisaran Rp 2,086 miliar , sementara UBS di Rp 2,040 miliar , dan Galeri24 di Rp 1,995 miliar .
Kenaikan tersebut sebagian besar dipicu oleh:
-
Pelemahan Rupiah terhadap dolar AS (menembus Rp16.700/USD pada pertengahan Oktober 2025).
-
Ekspektasi suku bunga longgar dari The Fed yang mengangkat permintaan emas global.
-
Lonjakan harga emas spot dunia di LBMA ke level US$ 2.498,6 per troy ounce , serta penguatan kontrak berjangka di COMEX hingga US$ 2.512 .
Implikasi bagi Investor
Dengan selisih harga (spread) yang mencapai Rp 175 juta antara Antam dan Galeri24, investor korporat disarankan melakukan kalkulasi ketat sebelum melakukan pembelian volume besar.
Bagi investor individu, UBS masih menjadi pilihan paling efisien — menawarkan kualitas 24 karat yang sama dengan harga lebih ringan tanpa mengorbankan nilai likuiditas saat buyback .
Namun, bagi institusi yang mengutamakan reputasi dan sertifikasi internasional, Antam tetap menjadi acuan utama karena memiliki recognized good delivery dari LBMA.
Proyeksi Keuntungan (YoY)
Jika investor membeli 1 kg emas Antam pada Oktober 2024 seharga Rp 2,086 miliar dan menjualnya hari ini di harga Rp 2,605 miliar , maka potensi keuntungan kotor mencapai Rp 519 juta per kilogram atau sekitar +24,9% YoY (belum dipotong pajak PPh 22 sebesar 0,25%).
Dengan tren pelemahan rupiah dan potensi inflasi global menjelang akhir tahun fiskal 2025, harga emas 24 karat 1 kg diprediksi akan terus menguat menuju kisaran Rp 2,7 miliar pada kuartal IV-2025 , menurut proyeksi teknikal dari data Pegadaian dan LBMA.
Kesimpulan
Pasar emas 24 karat kembali menunjukkan karakternya sebagai instrumen lindung nilai (hedging) yang solid.
Sementara investor harian cenderung mengincar pergerakan jangka pendek, pemain besar memanfaatkan selisih harga antarlembaga (Antam–UBS–Galeri24) sebagai peluang diversified hedge di tengah ketidakpastian pasar global.
Disclaimer
Artikel ini disusun berdasarkan data resmi Pegadaian (update 19 Oktober 2025, pukul 08.30 WIB) dan sumber LBMA–COMEX. Informasi ini bertujuan edukatif dan bukan merupakan rekomendasi investasi. Harga dapat berubah sewaktu-waktu sesuai fluktuasi pasar global dan nilai tukar rupiah.***