, Flores Timur – Pria kelahiran 15 Oktober 1994 asal Desa Sulengwaseng, Kecamatan Solor Selatan, Kabupaten Flores Timur, NTT berhasil menorehkan namanya pada lembaran Lewo Suleng Lama Rebon, Tana Waseng Lama Duran (Sulengwaseng) serta Stasi St. Stefanus Sulengwaseng sebagai imam (pastor) perdana.
Walau berhadapan dengan aneka tantangan, anak kedua dari pasangan Petrus Memanopun Huler dan Yosefina Nolbine Tukan itu tetap teguh menyandarkan hidup dan panggilannya pada kasih Tuhan.
Setelah melewati semua jenjang pendidikan calon imam serta usai menjalani tahun orientasi pada jenjang frater serta diakon seturut aturan Serikat Sabda Allah (SVD), adik dan kakak dari Riki serta Fami dan Farno Huler itu lantas menikmati kepenuhan kasih Allah lewat tangan Uskup Agung Ende, Mgr. Paul Budi Kleden, pada acara Pentabhisan Imam Societas Verbi Divini (SVD) di Ledalero, 4 Oktober 2025.
Huler Akahala Hilarius, SVD, demikianlah titisan raya todo maboli tua boli buaraya, kopong keda lakalikur mamu tero aukoli itu memahat namanya pada memori dirinya serta keluarga dan masyarakat Desa Sulengwaseng sebagai imam perdana dari wilayah tersebut dalam penghayatan akan sabda Yesus: “Tinggallah dalam Kasih-Ku itu” (Yoh. 15:9).
Tak cuma keluarga, kepenuhan Kasih Allah pada diri Pastor Felix Huler lantas menjalarkan kebahagiaan pada seluruh warga Desa Sulengwaseng dan Solor pada umumnya.
Bersatu dalam spirit persaudaraan, umat Katolik di Nusa Solor akan bersatu di Desa Sulengwaseng pada Senin, 20 Oktober 2025 pagi, untuk merayakan Ekaristi bersama imam baru, P. Felix Huler, SVD.
Ketua Panitia Perayaan Syukuran Imam Baru P. Felix Huler, SVD, Stefanus Aswan Niron, kepada media ini, Minggu, 19 Oktober 2025, mengungkapkan bahwa semua persiapan telah rampung.
Tak hanya umat di Stasi St. Stefanus Sulengwaseng, kebahagian akan kepenuhan kasih Allah pada Pater Felix juga merambat ke seluruh umat Katolik di Pulau Solor.
“Tinggal menanti kedatangan Pater Felix sore ini dan besok pagi, imam perdana asal Desa Sulengwaseng itu akan mempersembahkan perayaan perdananya di kampung halamannya,” tutur Aswan Niron, sembari membangun koordinasi untuk prosesi penjemputan imam baru di Pelabuhan Pamakayo.***