Ringkasan Berita:
- Pengguna Mobil Listrik Surabaya merasa aman & nyaman saat berkendara dalam berbagai cuaca, termasuk hujan dan genangan air.
- Keamanan baterai terjamin dengan standar perlindungan IP67-IP68, membuat pengguna tidak khawatir meski melewati banjir.
- Efisiensi biaya operasional sangat signifikan, penghematan bulanan bisa lebih dari 70 persen, contoh: dari Rp2 juta menjadi Rp500 ribu.
- Mobil listrik dianggap pilihan realistis perkotaan karena hemat, nyaman, tidak berisik, dan pengisian daya mudah.
, SURABAYA – Sejumlah pengguna mobil listrik di Surabaya mengaku merasa aman dan nyaman menggunakan kendaraan listrik meskipun dalam berbagai kondisi cuaca, termasuk saat hujan maupun melewati genangan air.
Pengguna mobil listrik warga Surabaya Barat, Rinaldi, menyampaikan sudah dua tahun menggunakan mobil listrik merek Wuling Air EV.
Ia mengaku bahwa sejauh ini, mobil listrik miliknya sangat andal dan tidak pernah mengalami kendala berarti.
“Aman-aman saja, sama seperti mobil biasa. Waktu hujan atau jalanan basah juga tidak ada masalah,” ujar Rinaldi saat ditemui di kediamannya, Sabtu (25/10/2025).
Rinaldi menyebut teknologi perlindungan baterai pada mobil listrik membuatnya tidak khawatir meskipun melewati kondisi hujan.
Ia menjelaskan sistem keamanan baterai sudah memiliki standar perlindungan IP67 hingga IP68, yang membuat komponen kelistrikan tetap terlindungi dari air dan debu.
“Pernah waktu itu kena banjir di daerah Kartini, tapi mobil tetap aman,” tambahnya.
Selain faktor keamanan mobil listrik, Rinaldi mengaku alasan utama memilih kendaraan listrik adalah efisiensi biaya operasional.
Dengan mobil listrik, pengeluaran bulanannya jauh lebih hemat dibandingkan mobil berbahan bakar bensin.
“Kalau dulu pakai mobil bensin bisa sampai Rp2 jutaan per bulan, sekarang cuma sekitar Rp500 ribu. Hematnya bisa lebih dari 70 persen,” jelasnya.
Mobil listrik milik Rinaldi merupakan unit yang dibeli dari dealer Wuling Basuki Rahmat Surabaya pada 2023.
Selama pemakaian, ia mengisi daya di rumah menggunakan listrik PLN biasa tanpa kendala, dan sesekali di fasilitas Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) milik PLN.
Dengan penggunaan harian untuk ke kantor dan aktivitas keluarga, Rinaldi menilai mobil listrik kini menjadi pilihan realistis untuk masyarakat perkotaan.
“Selain hemat, juga nyaman dan tidak berisik. Jadi cocok banget untuk aktivitas di dalam kota,” ujarnya.
Fenomena meningkatnya penggunaan mobil listrik di Surabaya sejalan dengan tren nasional.
Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), penjualan kendaraan listrik berbasis baterai (BEV) terus meningkat.