-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Disdik Garut Bergerak Cepat! Pastikan Anak Tetap Belajar Meski Jembatan Cimanisan Ambruk

Kamis, 13 November 2025 | November 13, 2025 WIB | 0 Views Last Updated 2025-11-14T01:50:18Z

PR GARUT - Peristiwa ambruknya Jembatan Gantung Cimanisan di Kampung Seleketan, Desa Toblong, Kecamatan Peundeuy, Kabupaten Garut, menjadi duka mendalam bagi warga. Jembatan sepanjang 70 meter itu merupakan satu-satunya akses utama penghubung antara dua desa, yakni Toblong dan Sukanagara. Setelah diterjang derasnya arus Sungai Cikaengan, pondasi jembatan perlahan terkikis hingga akhirnya roboh dan terseret banjir.

Video detik-detik ambruknya jembatan sempat direkam warga dan tersebar di media sosial. Dalam rekaman terlihat bagaimana derasnya aliran sungai menghantam abutment jembatan sebelum akhirnya struktur tersebut runtuh. Kejadian ini menyebabkan ribuan warga terisolir, dengan jalur alternatif yang jauh dan rusak.

Camat Peundeuy, Dani Ramdani, menyebutkan bahwa pihaknya telah mengambil langkah cepat untuk membantu mobilitas warga. “Kami pasang tali seling dan gunakan rakit serta perahu untuk penyebrangan sementara. Tapi tetap berisiko tinggi,” ujarnya.

Di tengah kondisi sulit itu, semangat anak-anak untuk belajar tidak padam. Setiap pagi, beberapa siswa sekolah dasar terlihat menyeberangi sungai menggunakan rakit bambu, ditarik oleh warga yang membantu di tepian. “Kalau air besar kami tidak berani, tapi anak-anak tetap semangat sekolah,” tutur Risma, warga setempat.

Melihat kondisi ini, Dinas Pendidikan Kabupaten Garut langsung bergerak cepat. Kepala Bidang Sekolah Dasar, Isur Suryana, mengatakan pihaknya telah melakukan survei ke lokasi terdampak dan berkoordinasi dengan sekolah-sekolah sekitar. “Kami tidak ingin ada anak yang tertinggal pelajaran. Sistem jemput bola diterapkan agar guru bisa mendatangi rumah siswa jika cuaca tidak mendukung,” katanya saat dihubungi Fakta Garut, Kamis (13/11/2025).

Menurut Isur, langkah ini dilakukan agar proses pembelajaran tetap berjalan dengan aman, tanpa harus membahayakan nyawa anak-anak. Ia menegaskan bahwa pihaknya juga telah melaporkan kondisi ini kepada pimpinan daerah untuk segera dilakukan perbaikan infrastruktur.

“Kami berharap jembatan segera diperbaiki supaya anak-anak bisa kembali belajar seperti biasa tanpa harus menantang bahaya,” harap Isur.

Meskipun dalam keterbatasan, semangat anak-anak di Peundeuy menjadi contoh nyata bahwa pendidikan tak boleh berhenti, sekalipun akses terputus. Pemerintah daerah pun diharapkan segera mengambil langkah konkret agar jembatan vital tersebut dapat kembali difungsikan demi keselamatan dan masa depan generasi muda Garut.***

×
Berita Terbaru Update