-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Gerebek Kampung Bahari,BNN Tangkap 18 Pelaku Penyerangan,Sita Sabu,Ganja,Hingga Ekstasi

Kamis, 06 November 2025 | November 06, 2025 WIB | 0 Views Last Updated 2025-11-07T09:25:46Z
Ringkasan Berita:
  • BNN gerebek Kampung Bahari Tanjung Priok Jakarta Utara yang menjadi sarang narkoba
  • Tim gabungan BNN dan Brimob Polda Metro sempat diserang warga Kampung Bahari
  • Tim gabungan akhirnya menangkap belasan warga pelaku penyerangan dan menyita sejumlah barang bukti

, BEKASI --- Kampung Bahari di Kecamatan Tanjung Priok, Jakarta Utara, yang menjadi sarang narkoba digerebek pada Rabu (5/11/2025).

"Iya benar, ada kegiatan (penggerebekan) tadi siang, saat ini situasi terkendali," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto, saat dikonfirmasi mengenai penggerebekan Kampung Bahari.
Penggerebekan Kampung Bahari ini dilakukan Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia (BNN RI) bersama Brimob Polda Metro Jaya.
Hal ini dalam rangka operasi terpadu pemulihan kawasan rawan narkotika di Kampung Bahari.
Dalam operasi itu, petugas mengamankan 18 tersangka serta menyita berbagai jenis narkotika dan perlengkapan yang digunakan untuk mengedarkan dan mengonsumsi narkoba.
"Operasi dimulai pukul 14.00 WIB dengan dukungan Satuan Brimob Polda Metro Jaya yang menurunkan satu kompi personel Batalyon Pelopor sebanyak 120 anggota, serta tambahan pasukan dari Batalyon Gegana," ujar Direktur Penindakan dan Pengejaran BNN Brigjen Roy Hadi Siahaan.
Roy menuturkan, kegiatan ini juga melibatkan BNN Provinsi DKI Jakarta dan BNN Kota Jakarta Utara.
Ia mengatakan, operasi terpadu ini merupakan bagian dari strategi BNN dalam memulihkan kawasan yang sudah lama dikenal sebagai zona merah peredaran narkotika di ibu kota.
“Kampung Bahari merupakan salah satu wilayah prioritas pemulihan. Operasi ini bertujuan untuk menekan aktivitas jaringan peredaran narkotika dan memutus rantai distribusi yang selama ini meresahkan masyarakat,” ujarnya.
Dari hasil operasi, petugas mengamankan 18 orang tersangka, terdiri dari satu pelaku berinisial M. FE yang ditangkap di area rel, serta 17 orang lainnya yang ditangkap di sebuah rumah kos berwarna oranye di kawasan tersebut.
Belasan orang ini berinisial SUPA, FIK, DE, DAR, MSUH, SAR, RUD, RAM, BAR, RAF, AN, RAN, AN, LING, AM, RA, dan NUR.
Selain para tersangka, petugas juga menyita berbagai barang bukti, antara lain narkotika jenis sabu dengan total berat lebih dari 120 gram, ekstasi sebanyak 52 butir, ganja seberat hampir 40 gram, serta uang tunai senilai Rp 7,2 juta.
BERITA VIDEO : KEPALA BNN GERAM PANTI REHABILITASI NARKOBA JADI SARANG TRANSAKSI
Polisi juga menemukan puluhan alat hisap (bong), timbangan digital, plastik klip, dan berbagai perlengkapan pengemasan narkotika.
Dalam pelaksanaan operasi, petugas sempat mendapat perlawanan dari kelompok jaringan narkoba, yang menggunakan busur panah, batu, kembang api, dan senjata tajam.
Namun, situasi berhasil dikendalikan setelah aparat dapat memukul mundur dan mengendalikannya.
"Saat dilakukan operasi penindakan sempat terjadi perlawanan dengan busur panah, lemparan batu, kembang api dan senjata tajam oleh kelompok jaringan narkoba tersebut, namun masih dapat dipukul mundur dan dikendalikan tim di lapangan," kata dia.
"Seluruh kegiatan berjalan aman dan tertib. Kepada seluruh tersangka dan barang bukti saat ini diamankan Kantor BNNK Jakarta Utara untuk pemeriksaan lebih lanjut," sambungnya.
(Sumber : Wartakotalive.com, Ramadhan LQ/m31)

Baca berita lainnya di Google News

×
Berita Terbaru Update