Di media sosial beredar unggahan berisi tautan yang diklaim sebagai akses undian berhadiah tiket umrah, mobil, sepeda motor, televisi, dan emas, mengatasnamakan Bank Jateng.
Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta , tautan tersebut palsu dan merupakan modus pencurian data pribadi.
Narasi yang beredar
Tautan undian berhadiah mengatasnamakan Bank Jateng dibagikan oleh akun Facebook ini , ini , ini , dan ini , pada November 2025.
Berikut narasi yang dibagikan:
KHUSUS Nasabah Bank BPD Jateng yang sudah Terdaftar Aplikasi Bima ...(Mobile Banking). Ayo buruan daftar undian gebyar Bank BPD Jateng bisa langsung menang bawa pulang Hadiah Menarik Di Bawah ini...!!!
60 Tiket Umroh Gratis
10 Mobile Honda BRIO
1 Mobile Pajero Sport
1 Mobile Fortuner
30 Motor Honda Vario
25 TV Led 31in
10 Hp Iphone 15 promax
40 Kulkas Dua Pintu
20 Emas & Logam Mulia
Masih Banyak Hadiah Lainnya Untuk melanjut kan pendaftaran kupon undian Bank Jateng
Penelusuran
Tautan yang disebarkan oleh akun Facebook tersebut mengarah ke situs yang meminta pengunjung memasukkan data pribadi seperti nama lengkap dan nomor akun Telegram.
Kemudian, Tim Cek Fakta mengecek akun Instagram Bank Jateng @bankjateng (terverifikasi) untuk memverifikasi kebenaran tautan undian berhadiah tersebut.
Bank Jateng menyebutkan bahwa banyak modus penipuan bermunculan di Facebook, salah satunya phishing atau pencurian data yang mengatasnamakan pihak bank.
"Ingat, Bank Jateng tidak pernah meminta data rahasia seperti PIN, OTP, saldo terakhir atau password melalui Facebook maupun link tertentu," tulis Bank Jateng, Rabu (5/11/2025).
Nasabah diimbau untuk mengabaikan dan memblokir, serta melaporkan modus penipuan yang mengatasnamakan Bank Jateng.
"Jangan beri kesempatan penipu untuk 'memancing' datamu. Waspada selalu, demi keamanan finansial kamu," demikian imbauan Bank Jateng.
Kesimpulan
Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta , tautan undian berhadiah mengatasnamakan Bank Jateng yang beredar di Facebook adalah hoaks.
Tautan itu merupakan modus pencurian data pribadi. Bank Jateng tidak pernah meminta data pribadi nasabah melalui Facebook atau tautan tertentu.