-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Kemenhub Buka Peluang Swasta Proyek Skytrain Feeder untuk LRT Jabodebek

Kamis, 13 November 2025 | November 13, 2025 WIB | 0 Views Last Updated 2025-11-14T08:15:14Z

KEMENTERIAN Perhubungan ( Kemenhub ) membuka peluang bagi swasta dalam pengembangan kereta api feeder LRT Jabodebek rute Dukuh Atas-Bogor menggunakan kereta gantung atau skytrain .

"Swasta silakan kalau ada yang berminat nanti seperti apa," ujar Sekretaris Jenderal Kemenhub Antoni Arif Priadi dalam Rapat Koordinasi Nasional Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia di Jakarta, Kamis, 13 November 2025, seperti dikutip dari Antara .

Kemenhub berencana untuk menyambungkan LRT Jabodebek rute Dukuh Atas-Bogor yang saat ini terhenti di stasiun Harjamukti (Cibubur) ke Mekarsari dan wilayah sekitarnya, menggunakan kereta gantung sebagai kereta pengumpan ( feeder ) LRT.

Alasan dipilihnya moda kereta gantung sebagai feeder LRT Jabodebek rute Dukuh Atas-Bogor karena permasalahan lahan.

Indikasi biaya kereta pengumpan LRT indikatif biaya suspended monorail/ skytrain berkisar antara Rp 4,48 triliun sampai dengan Rp 10,61 triliun. Rencana konstruksi jalur dan stasiun dilakukan secara layang ( elevated ) dengan panjang jalur skytrain tersebut kurang lebih 21,44 kilometer, kecepatan rata-rata 40-50 km/jam dan waktu tempuh sekitar 30 menit.

Skema pembiayaan untuk skytrain feeder LRT tersebut bersifat investasi murni (dukungan non-fiskal) dan potensi populasi terlayani sekitar 26 ribu penduduk.

Sebagai informasi, Kemenhub mengkaji proyek rencana penggunaan skytrain yang akan menghubungkan wilayah Tangerang Selatan dan Bogor sebagai moda pengumpan ( feeder ) untuk mendukung jaringan transportasi massal, seperti MRT Jakarta dan LRT Jabodebek.

Wakil Menteri Perhubungan (Wamenhub) Suntana mengatakan pengembangan moda transportasi baru, seperti kereta gantung, juga tengah dievaluasi karena dapat menjadi solusi efisien, hemat biaya, dan minim gangguan terhadap lingkungan perkotaan yang padat.

Selain mendorong peralihan masyarakat ke angkutan umum, dia berharap proyek tersebut juga mampu mengurangi kemacetan serta memperbaiki kualitas udara di wilayah Jakarta dan sekitarnya.

Di samping itu, dengan berkurangnya kendaraan umum, kata Suntana, polusi udara di Jakarta akan makin lebih baik.

×
Berita Terbaru Update