-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Uya Kuya Ungkap Trauma Penjarahan, Diselamatkan dan Diamankan Yusuf Hamka

Rabu, 05 November 2025 | November 05, 2025 WIB | 0 Views Last Updated 2025-11-06T09:20:18Z
- Uya Kuya menceritakan pengalaman berat yang ia alami ketika rumahnya menjadi sasaran penjarahan di tengah aksi massa beberapa waktu lalu.

Cerita itu dibagikan Uya Kuya dalam podcast CURHAT BANG Denny Sumargo yang tayang di kanal YouTube @curhatbang berjudul 'TERNYATA UYA KUYA DISEMBUNYIIN SAAT PENJ4RAHAN!! SAMPE HIPNOTIS DIRI SENDIRI KARENA M3NTAL H*NCVR!?, Dalam percakapan itu, Denny menanyakan kabar mengenai trauma yang sempat menimpa Uya pasca kejadian.

"Termasuk ada narasi bahwa pada saat kejadian itu lu trauma. Dan lu diselamatkan oleh Pak Yusuf, traumanya trauma apa?" ucap Denny.

Uya pun mengakui hal itu sangat membekas, terutama ketika mendengar massa berteriak-teriak menyebut namanya di area apartemen.

"Jadi yang paling trauma pas di apartemen sih, Orang-orang di bawah teriak-teriak Uya Kuya Uya Kuya, Itu kayak banyak banget orangnya, gua lihat itu kayak tahun 65 bro gua bayanginnya bro," ujarnya mengingat kejadian waktu itu.

Uya mengatakan rasa panik bercampur bingung menyelimuti dirinya. Bukan hanya memikirkan keselamatan pribadi, Uya juga merasa khawatir terhadap Kucing-kucingnya dan penghuni lain yang berada di apartemen merasa terganggu .

"Ada orang teriak-teriak dan segala macam dan apa ya, Gua tuh nyelamatin kucing-kucing gua di situ ada kan ada kucing-kucing di apartemen juga ada waktu itu. Dan pada saat itu gua bingung mesti gimana gitu kan. Tapi akhirnya ya gua udah pasrah aja itu. Tapi itu yang apa ya dengan teriakan-teriakan karena gue yang pikirin adalah bukan cuman gua doang, tapi penghuni apartemen yang lain terganggu. Itu kan mbak-mbak gue juga bingung," kata Uya.

Di tengah kepanikan itu, telepon dari pengusaha Yusuf Hamka datang, "Pada saat itu dihubungi Pak Yusuf Hamka. 'Uya kenapa nih' dia baru bangun gitu kan. Saya jemput mau enggak? Saya bilang udahlah jemput saya Pak," ucapnya.

Yusuf Hamka kemudian datang ke basement apartemen dan menunggu Uya turun lewat tangga darurat. "Pak Yusuf Hamka nungguin gue sejam di bawah, gua turun lewat tangga darurat," kata Uya.

Yang membuat Uya terharu, Yusuf Hamka sendiri yang menyetir mobil tanpa sopir demi menjaga agar keberadaan Uya tidak diketahui.

"Selama 7 hari lebih dia hampir tiap hari nyupirin gue, nyupir sendiri. Dia nggak mau orang tau gue ada dimana," jelasnya.

Denny kemudian bertanya alasan Yusuf Hamka mau mengambil resiko besar untuk menolongnya.

"Pak Yusuf malah bilang gini, "Ini saya ingat waktu kejadian 98 tuh di mana saya banyak menyelamatkan orang-orang Tionghoa segala macam. Dan pada saat itu orang-orang tionghoa pun banyak diselamatkan oleh orang-orang pribumi dan sekarang saatnya saya juga membalas atau apa ya, ya dia menyelamatkan saya gitu," tutur Uya.

Setelah beberapa hari sembunyi, Uya memberanikan diri keluar untuk melihat situasi. Ia bahkan mencoba makan es krim sehari setelah kejadian.

"Kalau emang pas kita turun, kita digeprak, dipukulin orang, ya udah berarti emang nggak boleh turun," kata Uya.

Ternyata, reaksi publik tak seburuk yang ia khawatirkan. "Orang nengok semua gitu loh. 'Loh Uya' Tapi gua senyum aja, terus gua pesan es krim, gua duduk, nggak lama orang-orang pada datang, Sabar ya, Mas, minta foto. Ada TNI juga datang berdua sabar minta foto. Terus habis itu gua ke sebelah beli asinan otak-otak. Ada orang-orang banyak juga pada nyapa. Dan sebelumnya di Istiqlal pun orang pada minta foto, pada bilang sabar," ujarnya.

Setelah itu, Uya kembali menjalankan kegiatan kemanusiaannya, termasuk memulangkan jenazah pekerja migran dari luar negeri. Uya bersyukur tidak pernah menemui aksi nyinyir langsung dari masyarakat.

"Alhamdulillah gua belum melihat ada orang yang sinis bahkan cuman ngeledek itu enggak ada," ucapnya.

Pengalaman itu menjadi salah satu fase berat dalam hidup Uya, namun sekaligus menunjukkan dukungan masyarakat dan ketulusan Yusuf Hamka dalam membantunya. Kini, Uya Kuya melihat kejadian itu sebagai pelajaran penting bagi dirinya sendiri.

×
Berita Terbaru Update