-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Vale Indonesia (INCO) Umumkan Target Penurunan Emisi 33% di COP30

Minggu, 16 November 2025 | November 16, 2025 WIB | 0 Views Last Updated 2025-11-16T23:10:11Z

, JAKARTA — PT Vale Indonesia Tbk. ( INCO ) melaporkan operasi tambangnya di Sorowako, Sulawesi Selatan, sedang memasuki fase transformasi teknologi untuk mengejar target penurunan emisi karbon sebesar 33% hingga 2030.

Emiten tambang nikel MIND ID tersebut mengungkapkan komitmen penurunan emisi ini dalam sesi diskusi bertajuk Emerging Technologies to Respond to Climate Change di Paviliun Indonesia pada gelaran COP30 di Belém, Brasil.

Direktur sekaligus Chief Sustainability & Corporate Affairs Officer Vale Indonesia, Budiawansyah, menyampaikan bahwa perseroan menargetkan penurunan emisi absolut sebesar 33% pada 2030. Di samping itu, intensitas karbon produk nikel juga ditargetkan turun hingga 50%.

Menurutnya, pencapaian target bergantung pada transformasi teknologi yang kini berjalan intensif di Sorowako. Sejumlah inovasi menjadi tumpuan utama, mulai dari teknologi heat recovery , pemanfaatan off-gas , optimalisasi ore dewatering , hingga elektrifikasi berbagai infrastruktur pemrosesan.

Inovasi itu juga disebut mendorong efisiensi operasi. Dampaknya diproyeksikan menghasilkan penghematan energi, sekaligus menurunkan emisi setiap tahun.

“Hal ini memastikan kami menghadirkan nikel rendah karbon yang sesuai dengan ekspektasi global,” ujarnya dalam siaran pers, Sabtu (15/11/2025).

Stevanus, Director of Public Affairs Huayou Indonesia, menambahkan bahwa teknologi hidrometalurgi lanjutan yang diterapkan di Sorowako memiliki potensi menurunkan lebih dari 2 ton CO ekuivalen per ton nikel.

“Inovasi teknologi baru sedang kami implementasikan pada proses hidrometalurgi lanjutan, mulai dari waste heat recovery yang dapat memenuhi lebih dari 70% kebutuhan listrik proyek, self-flow ore slurry , solidifikasi CO , elektrifikasi, hingga pemanfaatan kembali limbah,” pungkasnya.

Dari sisi kinerja, Vale Indonesia mencatatkan pendapatan sebesar US$705,38 juta hingga kuartal III/2025. Jumlah itu mengalami penurunan sebesar 0,45% dibandingkan periode sama tahun lalu yakni US$708,56 juta.

Kinerja tersebut berasal dari penjualan produk nikel matte yang berkontribusi US$661,89 juta dan penjualan bijih nikel mencapai US$43,49 juta.

Sementara itu, perseroan mencatat kenaikan beban pokok sebesar 0,56% ( year on year /YoY) menjadi US$631,90 juta. Hal tersebut membuat laba kotor yang diakumulasikan INCO sepanjang Januari—September 2025 mencapai US$73,48 juta atau menurun 8,34% dibandingkan US$80,17 juta pada tahun lalu.

Namun, setelah memperhitungkan pendapatan dan beban lainnya, emiten anggota MIND ID ini membukukan laba bersih US$52,44 juta. Capaian tersebut meningkat 2,62% dibandingkan periode sama tahun lalu yakni US$51,10 juta.

Adapun INCO mencatat peningkatan produksi nikel matte dan kontribusi awal dari operasi tambang Bahodopi di Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah.

Produksi nikel matte pada kuartal III/2025 mencapai 19.391 metrik ton, naik 4% dibandingkan kuartal sebelumnya. Untuk sembilan bulan pertama 2025, total produksi tercatat 54.975 metrik ton, meningkat 4% secara tahunan.

Disclaimer : Berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. tidak bertanggung jawab atas kerugian atau keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.

×
Berita Terbaru Update