-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Kasus Sopir Truk Ngamuk di Jimbaran Bali,Berujung Saling Lapor,Polisi Buka Ruang Mediasi

Selasa, 02 Desember 2025 | Desember 02, 2025 WIB | 0 Views Last Updated 2025-12-03T05:50:51Z

, MANGUPURA - Pihak Polsek Kuta Selatan membuka ruang mediasi antara pihak-pihak yang terlibat dalam kasus keributan yang melibatkan sopir truk yang viral ngamuk dengan warga di Jalan Puri Gading, Jimbaran, Kuta Selatan, Badung, Bali.

Kasus kekerasan yang terjadi pada Sabtu 29 November 2025 malam itu berawal dari cekcok karena truk menghalangi jalan kini berujung pada saling lapor antara sopir truk berinisial FH (23) dan korban yang dipukul.

Tak hanya itu, buntutnya dua warga Jimbaran juga turut diamankan polisi karena diduga melakukan aksi kekerasan terhadap FH saat diamankan massa.

Menyikapi kasus ini, dengan adanya dua laporan berbeda dan terduga pelaku yang didampingi puluhan kuasa hukum, Polsek Kuta Selatan berupaya memfasilitasi jalur mediasi.

Kasi Humas Polresta Denpasar, Kompol I Ketut Sukadi, memastikan bahwa pihak kepolisian akan memberikan ruang mediasi bagi korban dan sopir truk.

"Hari ini akan dilakukan upaya mediasi. Sudah disepakati oleh para pihak untuk bertemu hari ini. Nanti kami akan berikan ruang itu," ungkap Kompol Sukadi kepada Tribun Bali, pada Selasa 2 Desember 2025.

Kompol Sukadi juga membenarkan kabar yang menyebut bahwa FH, sopir truk terduga pelaku penganiayaan, didampingi oleh puluhan kuasa hukum.

"Benar, didampingi 25 kuasa hukumnya," tegas Kompol Sukadi.

Saat kejadian, sopir FH juga diduga berada di bawah pengaruh alkohol.

"Sesuai keterangan saksi-saksi, memang ada bau alkohol," tambahnya.

FH yang awalnya menjadi terduga pelaku pemukulan terhadap korban I Gede Bagus Adi Karbana (23) hingga mengalami 9 jahitan di kepala, kini juga berbalik menjadi pelapor di Polsek Kuta Selatan.

Ia melaporkan luka-luka yang dialaminya saat diamankan warga, termasuk robek di kening dan kepala belakang, luka lecet di lutut, serta memar di leher belakang.

Selain sopir FH, polisi juga mengamankan dua warga Jimbaran berinisial IKS dan IWS.

Pengamanan ini dilakukan atas dugaan keterlibatan keduanya dalam aksi kekerasan terhadap FH saat sopir tersebut diamankan oleh massa.

"Ini masih statusnya kami amankan. Dari tadi malam kami periksa saksi, hari ini kita pastikan statusnya," jelas Kompol Sukadi mengenai status penahanan dua warga tersebut.

Ia membenarkan peran kedua warga tersebut sesuai dengan bukti yang ada.

"Sesuai dengan video yang beredar, mereka ada melakukan kekerasan terhadap pelaku (FH,-Red) juga," bebernya. (*)

Kumpulan Artikel Bali

×
Berita Terbaru Update