-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Jalur alternatif Pati-Rembang tertutup banjir: Pasar lumpuh, Jembatan ambles

Senin, 12 Januari 2026 | Januari 12, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-01-14T14:30:29Z
Ringkasan Berita:
  • Banjir menggenangi jalan alternatif penghubung Pati-Rembang, Minggu sore.
  • Kondisi ini tak hanya melumpuhkan arus lalu lintas tetapi juga pasar karena pedagang memilih tak membuka lapak.
  • Banjir juga menggerus tanggul sungai hingga membuat jembatan penghubung Pati-Rembang di Jaken patah dan ditutup sementara.

, PATI - Jalan alternatif Pati-Rembang yang berada di Desa Glonggong, Kecamatan Jakenan, Kabupaten Pati, Jawa Tengah, tergenang banjir, Minggu (11/1/2026).

Banjir itu menutup akses jalan hingga sekitar 1 kilometer.

Ketinggian banjir sekira 0,5 meter.

Tak hanya mengganggu arus lalu-lintas, banjir juga membuat Pasar Glongong lumpuh.

Sejumlah pedagang di tepi jalan memilih menutup kios lantaran air masuk ke lapak.

Satu di antaranya Rubinah, penjual mi ayam.

"Saya tidak bisa jualan karena banjir," kata dia, Minggu (11/1/2026).

Biasanya, Rubinah berjualan mi ayam mulai sore hingga malam hari.

Ketinggian air yang masuk ke warungnya mencapai sekira 20 sentimeter.

Selain warung, rumah Rubinah yang juga berada di wilayah Desa Glonggong ikut kebanjiran.

Warga lain Desa Glonggong, Rifqi mengatakan, banjir mulai masuk permukiman sekira pukul 11.30 WIB.

Akibat banjir ini, para pedagang pasar, kios bengkel motor, hingga pertokoan, terpaksa tutup.

"Di kampung saya, ketinggian air antara 70 cm sampai satu meter. Semua rumah kena," kata dia.

Desa Glonggong menjadi wilayah langganan banjir setiap musim penghujan.

Saat curah hujan tinggi, debit air sungai setempat luber masuk permukiman warga.

Jembatan Ambles

Banjir Pati juga mengakibatkan jembatan penghubung Pati-Rembang di Kecamatan Jaken, ambles.

Jembatan tersebut berada di atas Sungai Randugunting.

Jembatan ini menghubungkan Desa Manjang, Kecamatan Jaken, Kabupaten Pati, dengan Desa Sekarsari, Kecamatan Sumber, Kabupaten Rembang.

Derasnya arus Sungai Randugunting mengakibatkan dinding jembatan ambrol.

Kapolsek Jaken, AKP Warsono mengatakan, kondisi jalan yang dinilai membahayakan membuat jembatan ditutup sementara.

Garis polisi berwarna kuning telah dipasang sebagai peringatan agar warga tidak melintas.

"Begitu mendapat laporan dari warga, kami langsung mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan pengecekan."

"Fokus kami adalah memastikan keselamatan masyarakat, mengamankan area jembatan, serta mendata dampak yang ditimbulkan akibat amblesnya talut," ujar AKP Warsono dalam keterangan tertulisnya, Minggu.

Menurut keterangan warga setempat, wilayah Kecamatan Jaken diguyur hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi pada Sabtu (10/1/2026) pagi hingga malam hari.

Sekitar pukul 10.00 WIB, salah seorang warga melihat talut jembatan ambles di sisi barat dan segera melaporkan kejadian tersebut kepada pihak kepolisian untuk diteruskan ke Forkopimcam Jaken.

Hasil pengecekan, jembatan sepanjang kurang lebih 30 meter dengan lebar 2,5 meter tersebut mengalami patah sekitar 10 meter di bagian sisi barat.

Satu rumah warga dan kandang ternak di sisi barat sungai masuk RT 09 RW 4, Desa Manjang, jua rawan rusak.

Warsono menyarankan warga mengevakuasi sementara hewan ternak yang berada di sekitar bantaran sungai guna mengantisipasi kemungkinan longsor susulan.

"Kami mengimbau warga agar meningkatkan kewaspadaan,” tegas dia.

Berdasarkan hasil koordinasi, Pemerintah Desa Manjang berencana membuat tanggul darurat sebagai langkah awal untuk mencegah longsor meluas ke area permukiman. (*)

×
Berita Terbaru Update