-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Penjualan eceran November 2025 terdongkrak Nataru, akhir tahun diprediksi meningkat

Senin, 12 Januari 2026 | Januari 12, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-01-15T13:40:48Z

, JAKARTA — Bank Indonesia (BI) melaporkan penjualan eceran tumbuh sebesar 1,5% secara bulanan ( month to month /MtM) pada November 2025 atau menjelang perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru). Angka itu lebih tinggi dari pertumbuhan bulan sebelumnya sebesar 0,6% MtM.

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso menjelaskan bahwa perkembangan itu tercermin dari hasil survei penjualan eceran (SPE). Mayoritas kelompok tercatat alami peningkatan penjualan, terutama Peralatan Informasi dan Komunikasi (5,5% MtM), Suku Cadang dan Aksesori (4,2% MtM), Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (2,8%), serta Makanan, Minuman, dan Tembakau (1,2% MtM).

"Seiring meningkatnya permintaan masyarakat menjelang periode perayaan HBKN [hari besar keagamaan nasional] Natal dan Tahun Baru," ujar Denny dalam keterangannya, Senin (12/1/2026).

Sementara secara tahunan ( year on year /YoY), penjualan eceran mengalami pertumbuhan sebesar 6,3%, lebih tinggi dibandingkan 4,3% YoY pada Oktober 2025.

Berdasarkan kelompoknya, terjadi kenaikan penjualan terutama di Kelompok Suku Cadang dan Aksesori (17,7% YoY); serta Makanan, Minuman, dan Tembakau (8,5% YoY); Barang Budaya dan Rekreasi (8,1% YoY); serta Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (0,8% YoY).

Sementara pada bulan selanjutnya atau Desember 2025, BI memproyeksikan kinerja penjualan eceran meningkat. Indeks Penjualan Riil (IPR) akhir 2025 diprakirakan tumbuh sebesar 4,4% YoY, lebih rendah dibandingkan realisasi pertumbuhan bulan sebelumnya sebesar 6,3% YoY.

"Kinerja penjualan eceran tersebut terutama ditopang oleh pertumbuhan Kelompok Suku Cadang dan Aksesori, Makanan, Minuman, dan Tembakau, Barang Budaya dan Rekreasi, serta Bahan Bakar Kendaraan Bermotor," ujar Denny.

Pertumbuhan penjualan eceran juga diperkirakan terjadi secara bulanan sebesar 4%, didorong oleh kinerja mayoritas kelompok, terutama Peralatan Informasi dan Komunikasi, Barang Budaya dan Rekreasi, Perlengkapan Rumah Tangga Lainnya, serta Makanan, Minuman dan Tembakau sejalan dengan peningkatan permintaan masyarakat saat Nataru.

Lebih lanjut, dari sisi harga, diperkirakan terjadi peningkatan tekanan inflasi pada tiga bulan yang akan datang yaitu Februari 2026. Potensi peningkatan inflasi tecermin dari Indeks Ekspektasi Harga Umum (IEH) Februari 2026 (168,6) yang lebih tinggi dibandingkan dengan periode sebelumnya (163,2).

Sementara itu, diproyeksikan penurunan tekanan inflasi pada enam bulan yang akan datang alias Mei 2026. Alasannya, IEH Mei 2026 tercatat sebesar 154,5, lebih rendah dari periode sebelumnya sebesar 161,7.

×
Berita Terbaru Update