-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Indeks Berita

Tag Terpopuler

JATIM TERPOPULER: Motif Perampok karena Utang Rp60 Juta hingga Siswa SMP Bondowoso Ditusuk Teman

Jumat, 12 September 2025 | September 12, 2025 WIB | 0 Views Last Updated 2025-09-13T07:50:13Z

- Kumpulan berita peristiwa yang terjadi di Jawa Timur (Jatim) tersangkum dalam berita terpopuler Jatim, Jumat 22 Agustus 2025.

Berita pertama, motif pelaku perampokan di Desa Klurahan, Kecamatan Ngronggot, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur terungkap.

Selanjutya berita fakta penusukan siswa SMP di Kecamatan Grujugan, Bondowoso, Jawa Timur.

Ada juga berita mulai 2025, praktik pemasungan terhadap warga dengan gangguan kejiwaan resmi dilarang di Kabupaten Lumajang.

Berikut selengkapnya berita terpopuler Jatim hari ini, Jumat (22/8/2025) di .

Motif Perampok Sadis di Nganjuk hingga Tewaskan Penghuni Rumah, Punya Utang Rp60 Juta ke Korban

Motif pelaku perampokan di Desa Klurahan, Kecamatan Ngronggot, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur terungkap.

Tim khusus Satreskrim Polres Nganjuk membekuk tersangka, MA (35), warga Dusun Ngebrugan, Desa Drenges, Kecamatan Kertosono, Kabupaten Nganjuk, pada Rabu (20/8/2025) malam.

Kasat Reskrim Polres Nganjuk, AKP Sukaca, mengatakan motif yang mendasari tersangka berbuat nekat lantaran masalah utang.

MA memiliki utang sebesar Rp 60 juta kepada korban.

"Sehingga pelaku nekat melakukan aksi kekerasan yang mengakibatkan korban meninggal dunia dan membawa kabur uang tunai ratusan juta," katanya, Kamis (21/8/2025).

Namun, Sukaca belum detail membeberkan bentuk kekerasan yang dilancarkan tersangka terhadap korban.

Tersangka diringkus di kediamannya beserta barang bukti tindak kejahatan.

"Atas perbuatannya, pelaku dijerat Pasal 365 ayat ( 3 ) sub Pasal 351 Ayat ( 3 ) KUHP tentang Pencurian dengan Kekerasan yang mengakibatkan korban meninggal dunia. Ancaman hukumannya selama-lamanya 15 tahun," terangnya.

Kasus dugaan perampokan terjadi di sebuah rumah di Desa Klurahan, Kecamatan Ngronggot, Kabupaten Nganjuk.

Pelaku menggasak uang ratusan juta milik penghuni rumah, Enik Mulya Ningsih (55).

Baca selengkapnya>>>

Fakta Siswa SMP di Bondowoso Ditusuk Teman, Lokasi TKP di Area Sekolah, Pelaku Diciduk Polisi

Dugaan penusukan siswa SMP di Kecamatan Grujugan, Bondowoso, Jawa Timur,  kini telah ditangani Satreskrim Polres Bondowoso pada Kamis (21/8/2025).

Menurut Kabag Humas Polres Bondowoso, Iptu Bobby Dwi Siswanto, pelaku yang juga anak sudah diamankan oleh pihak kepolisian.

"Pelaku saat ini sedang kita amankan," terangnya dikonfirmasi awak media.

Ia membenarkan tempat kejadian perkara (TKP) kejadian yang melibatkan dua pelajar ini di sekolah.

"Di sekolah, tidak kita sebutkan. Di salah satu SMP di Bondowoso," ujarnya.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Dinsos, Perlindungan Perempuan dan Anak, Keluarga Berencana (Dinsos P3AKB) Anissatul Hamidah, mengatakan pihaknya turun langsung untuk memberikan pendampingan psikis pada keluarga korban.

"Untuk penanganannya kita serahkan pada Unit PPA Polres Bondowoso," pungkasnya.

Siswa SMP di Kecamatan Grujugan Bondowoso, Jawa Timur diduga ditusuk  temannya pada Kamis (21/8/2025).

Akibatnya, siswa berinisial MD (13) kelas VII itu dilarikan ke Rumah Sakit dr. Koesnadi karena mengalami luka cukup serius di bagian perutnya.

Baca selengkapnya>>>

Bupati Lumajang Resmi Larang Praktik Pasung, Semua Warga Gangguan Kejiwaan Harus Dirawat Layak

Mulai tahun 2025 berjalan, praktik pemasungan terhadap warga dengan gangguan kejiwaan resmi dilarang di Kabupaten Lumajang.

Kepastian tersebut ditegaskan Bupati Lumajang, Indah Amperawati (Bunda Indah), melalui penerbitan SK Bupati Lumajang tentang Bebas Pasung 2025.

"Ini merupakan bentuk perhatian dan penghormatan terhadap hak asasi mereka,” Terang Indah dikutip pada Kamis (21/8/2025).

Menurut Indah layanan kesehatan di Lumajang harus memiliki pendekatan yang lebih humanis, inklusif, dan berorientasi pada pemulihan sosial.

Sebagai solusi, Indah menginstruksikan jajaran Pemkab Lumajang agar memperkuat sistem kesehatan masyarakat.

DiantRanya program deteksi dini penyakit tidak menular seperti diabetes dan hipertensi diperluas mulai dari Posyandu hingga rumah sakit rujukan dengan target penanganan menyeluruh.

Untuk penyakit menular, seperti TB, malaria, dan DBD, strategi edukasi dan intervensi aktif diterapkan sampai tingkat RT.

“Kami bergerak dari tingkat kabupaten sampai ke tingkat RT. Ini bukan hanya tugas pemerintah, tetapi tugas bersama,” katanya.

Baca selengkapnya>>>

Informasi lengkap dan menarik lainnya di Googlenews

×
Berita Terbaru Update