-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Presiden Prabowo Targetkan Pemerataan Listrik Tuntas 2030, PLN Kebut Infrastruktur di 1.285 Desa

Jumat, 17 Oktober 2025 | Oktober 17, 2025 WIB | 0 Views Last Updated 2025-10-22T05:45:18Z
Pemerintah menargetkan pemerataan akses listrik di seluruh Indonesia tuntas pada tahun 2029–2030, sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto.

Untuk mendukung target tersebut, Kementerian ESDM melalui Program Listrik Desa (Lisdes) menargetkan pembangunan infrastruktur kelistrikan di 1.285 desa hingga akhir tahun 2025.

Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, menekankan bahwa terang listrik adalah hak setiap warga negara dan merupakan wujud nyata keadilan energi.

"Target Bapak Presiden Prabowo yang kami terjemahkan dalam arah kebijakan adalah penyelesaian pemerataan listrik di seluruh Indonesia pada 2029–2030,” ujar Bahlil saat meninjau progres Program Lisdes di Desa Bandar Jaya, Musi Banyuasin, Kamis, 16 Oktober 2025.

Presiden Prabowo menargetkan total 5.758 desa dan 4.310 dusun di seluruh Indonesia dapat segera menikmati penerangan.

Bahlil mengakui, melistriki daerah terpencil dan wilayah 3T (terdepan, terluar, dan tertinggal) seringkali tidak menguntungkan secara bisnis bagi PT PLN (Persero).

Namun, ia menegaskan bahwa negara wajib hadir untuk memberikan akses yang setara.

"Biayanya cukup tinggi, tapi negara harus hadir untuk memastikan itu. Bapak Presiden sangat konsen untuk bagaimana bisa memberikan layanan listrik sebagai bentuk keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia," paparnya.

Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menyatakan PLN siap menjalankan amanat tersebut.

Menurutnya, akses listrik akan membawa perubahan besar bagi masyarakat, mulai dari peningkatan taraf hidup, pertumbuhan ekonomi desa, hingga pembukaan lapangan kerja baru.

Untuk mencapai target 1.285 desa tahun ini, Darmawan merinci pembangunan infrastruktur yang akan dilakukan PLN, yang diharapkan melayani lebih dari 77 ribu keluarga:

Jaringan Tegangan Menengah (JTM) sepanjang 4.770 kilometer sirkuit (kms).

Jaringan Tegangan Rendah (JTR) sepanjang 3.265 kms.

Gardu Distribusi dengan kapasitas 94.040 kilovolt ampere (kVA).

"Ini bukan sekadar angka, tapi kehidupan yang berubah. Anak-anak bisa belajar malam hari, usaha kecil bisa tumbuh, dan desa jadi lebih sejahtera," tambah Darmawan.

Di Sumatera Selatan sendiri, Program Lisdes Anggaran Belanja Tambahan (ABT) Tahun 2025 mencakup 11 desa, di mana 7 desa berada di Musi Banyuasin, termasuk Desa Bandar Jaya yang dikunjungi Menteri ESDM.

Kepala Desa Bandar Jaya, Rosidin, mengungkapkan rasa syukurnya atas terealisasinya Program Lisdes ABT 2025 di Dusun 4 Sungai Putih setelah penantian panjang sekitar 10 tahun.

"Kami berterima kasih sebesar-besarnya kepada Presiden Prabowo dan Bapak Menteri ESDM. Listrik ini sangat membantu perekonomian warga dan mendukung anak-anak kami belajar dengan lebih baik," ucap Rosidin.

Hal senada disampaikan Rohiya, warga setempat, yang selama ini harus bergantung pada genset dengan biaya operasional hingga Rp25 ribu per malam.

"Kalau sedang tak punya uang, ya gelap-gelapan. Semoga semuanya diberi keselamatan dan kelancaran dalam memasang listrik sampai ke desa kami,” harapnya.***

×
Berita Terbaru Update