-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Kadus jadi jambret tewaskan Mbah Sumriyeh, foto pakai sarung saat beraksi tarik gelang viral

Senin, 12 Januari 2026 | Januari 12, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-01-14T15:15:28Z

- Kasus penjambretan menyebabkan meninggalnya seorang nenek bernama Sumriyeh (60) di Dusun Beltok, Desa Plakpak, Kecamatan Pegantenan, Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur.

Kini kepolisian akhirnya berhasil meringkus pelaku kasus penjambretan yang berujung maut pada Minggu (11/1/2026).

Diketahui, peristiwa tragis tersebut terjadi pada Rabu (7/1/2026).

Saat itu, korban terjatuh dari sepeda motor yang ditumpanginya setelah kendaraan tersebut oleng ketika pelaku penjambretan melancarkan aksinya.

Akibat kecelakaan tersebut, Sumriyeh meninggal dunia.

Sebelumnya, foto-foto pelaku yang terekam kamera CCTV saat melakukan penjambretan telah tersebar luas di media sosial.

Rekaman tersebut menjadi petunjuk penting bagi polisi dalam mengidentifikasi dan menangkap pelaku.

Pada foto tersebut terduga pelaku mengendarai sepeda motor dan memakai sarung serta memakai helm dan berkaos coklat.

Untuk diketahui, saat kejadian korban meninggal bernama Sumriyeh, warga Desa Bulangan Barat, Kecamatan Pegantenan.

Ia dibonceng anaknya, Halimatus Sakdiyah (26) bersama dua cucunya, Alfian (7) dan Kayla yang masih berusia 1 tahun delapan bulan.

Mereka menaiki sepeda motor dengan nomor polisi M 3863 CC lalu dipepet jambret dan menarik gelang emas dari kanan.

Korban mengalami kecelakaan saat berusaha mengejar pelaku yang berujung meninggalnya Sumriyeh di lokasi kejadian.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, pelaku ditangkap oleh jajaran Satreskrim Polres Pamekasan di Desa Tlagah, Kecamatan Banyuates, Kabupaten Sampang, Sabtu (10/1/2026).

Penangkapan tersebut berlangsung di kediaman pelaku.

"Dia tetangga teman saya. Kebetulan sebagai kepala dusun dan ditangkap di rumahnya," kata warga Sampang berinisial S, Minggu (11/1/2026), melansir Kompas.com.

Warga tersebut juga memastikan bahwa foto pelaku yang sebelumnya beredar luas di media sosial merupakan sosok yang sama dengan pelaku penjambretan.

Foto tersebut berasal dari rekaman kamera pengawas (CCTV) milik warga yang merekam aksi pelaku saat mengendarai sepeda motor.

Kasatreskrim Polres Pamekasan, AKP Doni Setiawan, membenarkan adanya penangkapan terhadap pelaku penjambretan tersebut.

Saat ini, pihak kepolisian masih melakukan pemeriksaan intensif.

"Iya benar, masih proses dan diperiksa. Besok kita jelaskan," katanya, Minggu (11/1/2026).

Saat dikonfirmasi terkait status pelaku yang disebut-sebut masih menjabat sebagai kepala dusun di Desa Tlagah, pihak kepolisian belum memberikan keterangan detail dan meminta publik menunggu penjelasan resmi.

"Tunggu besok saja mas. Kita jelaskan besok," ucapnya.

Kasus lainnya

Wanita paruh baya menjadi korban penjambretan di kawasan Pasar Baru, Desa Pujon Lor, Kecamatan Pujon pada Selasa (6/1/2026) lalu, sekitar pukul 05.00 WIB.

Dari rekaman CCTV di sekitar lokasi kejadian, perhiasan berupa kalung dan gelang yang dipakai wanita yang sampai saat ini belum diketahui identitasnya tersebut, dirampas paksa oleh tiga pelaku yang datang dengan mengendarai motor.

Wanita berdaster yang saat itu tengah jalan sendirian, tiba-tiba dihampiri oleh pria tak dikenal dan langsung menjambret perhiasan.

Meski saat kejadian wanita tersebut sudah berteriak minta tolong, namun karena kondisi di lokasi sepi dan masih gelap, serta korban yang tak berdaya, akhirnya pelaku berhasil melarikan diri.

Usai mendapati kejadian tersebut dan mendapat laporan masyarakat, Satreskrim Polres Batu langsung memburu pelaku.

Hasilnya, dari tiga pelaku, satu pelaku berhasil ditangkap.

Dari hasil interogasi awal, pelaku mengakui telah melakukan aksi jambret bersama dua rekannya yang kini masih buron.

"Benar. Satu pelaku telah tertangkap. Saat ini kami masih melakukan pengejaran terhadap dua pelaku lainnya," kata Kasatreskrim Polres Batu, Iptu Joko Suprianto, Kamis (8/1/2026).

Dari hasil penyelidikan sementara, pelaku telah melakukan aksinya di beberapa lokasi.

Antara lain di area Pasar Pujon, Desa Pujon Lor, Kecamatan Pujon Kabupaten Malang, Desa Binangun, Kecamatan Bumiaji pada 8 Desember 2025, kawasan Sumbergondo belakang SMK pada 15 Desember 2025, Dusun Gondang, Desa Punten, serta wilayah Santrean Kelurahan Sumberejo, Kecamatan Batu.

Dalam setiap aksinya, pelaku mengincar perhiasan yang dikenakan korban.

Polisi menilai, aksi tersebut dilakukan secara terencana dan berulang.

×
Berita Terbaru Update